Thursday, June 18, 2009

Pertengahan Tahun


Gak terasa sudah hampir terlewati setengah tahun 2009. Bulan Juni 2009 hampir berakhir lagi.

Apa resolusi tahun 2009 sudah tercapai?

Hehehe... silahkan dijawab sendiri-sendiri. Tapi yang jelas kegiatan mulai pertengahan tahun ini dah makin penuh. Daftar jadwal perjalanan baik yang direncanakan, maupun yang tiba-tiba harus dilakukan pun makin banyak. Wah padahal sedang masa liburan buat anak.

Untuk liburan Bilah kali ini... kami belum berencana. Si dia tiba-tiba berlayar (lagi) ke South China Sea. Bulan lalu sudah diisi dengan berlayar ke Manado. Kali ini gak tanggung-tanggung berlayar sampai akhir bulan depan. Wah... sudah habis tuh jadwal liburan. Jadi sebagai single parent sementara (hihihi... ) semua harus diambil alih, mulai jadi sopir, sampai ngurus liburan dan sekolah si anak harus diputuskan sendiri. Eh... termasuk urusan rumah. Belum jadi pindah ke rumah baru, tertunda lagi.

Urusan di kampus.... kegiatan PHK A3 menyita banyak waktu dan pikiran. Hikss... Urusan penelitian waduhh... bikin punyeng buat ngambil uangnya susaahhh banget. Trus gak terasa nih... ada3 penlitian yang berjalan bersamaan. Bukan tidak diperhitungkan sebelumnya, tapi gak nyangka ke-3 nya didanai tahun ini. Urusan mahasiswa.... hmm koordinator seminar mahasiswa juga menyita banyak waktu untuk duduk mendampingi mereka. Sebenarnya semua urusan itu menyenangkan, tapi begitu harus bersamaan.. duhh bingung sendiri membagai waktu dan diri (hihihi... kan gak mungkin dibelah hehehe... )

Nah postingan ini juga gak jelas apa maksudnya... :D
Yang pasti.... sibuk...sibuk...sibuk...

Labels:

Sunday, May 03, 2009

Masa Depan

Hari Minggu nih..... tiba-tiba kangen ngeblog nih... Ingat kalau di Hamburg dulu hampir tiap hari pasti ada cerita baru :D Begitu pindah ke Bandung kok jadi makin jarang...hihi... Sekarang baru tahu rasa sendiri gimana rasanya kalau sudah "sibuk" dan "sok sibuk" di Bandung hehe...

Cerita apa ya?
Laporan dulu soal belajar nyetir ini. Wah jadi tambah semangat nih dapat komentar dari teman-teman. Di kampus juga... semangat belajar ini memicu beberapa teman yang sudah ibu-ibu juga hihi... mulai memberanikan diri belajar menyetir sendiri hehe... Walaupun terus terang aja belum berani ngebut, tapi tiap Senin-Jumat rutin bawa pagi-pulang sore nganter Bilah, ke kampus, jemput dan pulang. Sabtu dan Minggu karena ada dia, ya... saya istirahat ah jadi sopir hehe... intinya sih mau ngomong "ternyata enakan tinggal duduk, daripada harus nyetir sendiri" hahaha...

Namun seminggu ini berubah total. Karena dia ini sedang berlayar ke Manado, seminggu ini eh.. bahkan sampai 2 minggu ke depan, saya harus jadi sopir dari Senin ke Senin lagi....tanpa istirahat. Bahkan .. karena sedang ngecat rumah (yang ini ceritanya menyusul hihi...) terpaksa harus bisa ke rumah yang baru itu, harus bisa beli bahan bangunan hihi...., dan hari Sabtu kemarin si Bilah dan kakeknya minta jalan-jalan ke BSM. Waduhhh... padahal namanya PARKIR itu masih aja membuat 'ketakutan' sendiri sebelum dilakukan. Jadi selama ini belum pernah jalan-jalan ke mall :D Baru kemarin.... itupun dipilih BSM karena halaman parkirnya luas....... datar....hihi.. Bahkan si Bilah nih ngledekin ibunya gini...."Ibu, kalau gak berani parkir, Bilah jalan-jalan aja ama Aki, ibu puter-puter aja di halaman BSM biar lancar" hahaha.... Tapi kali karena disindir gitu ama anaknya itu, ibunya jadi semangat belajar parkir di mall. Hmmm... jangan-jangan bulan depan ceritanya jadi sering nongkrong di mall ya karena udah bisa parkir hahahaha.... Tunggu aja :D

Soal ngebut nih... kemarin coba lewat jalan layang Pasopati. Wahh... walaupun belum termasuk ngebut kalau menurut orang lain, tapi itu rekor baru buat saya... pakai gigi 4 jalan sampai lebih dari 60km/jam hahaha.... Biasanya karena cuma lewat jalan-jalan macet jadi paling cepat 30km/jam hihihi..... Belum pernah ngebut kok. Baru sebulan mungkin...hehehe...

Ya begitulah cerita menyetir.... memberi warna baru dalam hidup saya beberapa bulan ini hehe... Kita beralih ke cerita lain...

Rumah Milik Sendiri

Awal bulan lalu, tepatnya tgl 8 April 2009, eh kami nekad tanda tangan KPR beli sebuah rumah di salah satu perbatasan Bandung. Ini rumah kami pertama..... Deuhhh tentu seneng banget bisa beli sendiri ;)

Diawali bulan Januari lalu si dia nih iseng cari-cari rumah di internet. Akhirnya saya ikutan juga lihat-lihat link penjualan rumah di Bandung. Ada satu rumah di sudut yang menarik perhatian kami. Tanahnya cukup luas hampir 200m², rumahnya masih standar, ada listrik dan telpon. Jalur telpon yang penting kami cari karena untuk pasang internet. Iklan itu dipasang bulan Agustus 2008.. wah udah lama nih, jangan-jangan udah laku. Tapi seperti dulu di Hamburg tanya rumah... saya juga iseng aja telpon menanyakan apa sudah laku atau belum, dan... ternyata emang belum laku.

Janjian beberapa kali ama pemiliknya, belum jodoh juga untuk bertemu. Kadang mereka yang sibuk, kadang saya yang sibuk. Ntah kenapa waktu itu kami nekad aja ke sana lihat dulu dari luar rumah. Wah kami makin tertarik karena rumah itu disudut jalan buntu, tapi disamping rumah masih ada tanah kosong yang luas. Ceritanya satu petak itu sekitar 1000m² mungkin... tidak dijual ke developer perumahan itu. Pokoknya kami langsung suka disitu, walaupun belum masuk ke dalam rumahnya.

Baru akhir Februari, kami bisa janjian ketemu dengan pemilik rumah. Kami masuk ke dalam, lihat-lihat... dan wow ..sumber airnya top banget. Besar dan bersih airnya... segar. Langsung saya cicipi dulu sebelum melihat ruang lainnya, karena menurut saya, air itu yang paling penting ada dalam rumah. Rumah cukup baik terawat..., artinya kalau belum bisa merenovasi, bisa langsung kami tempati. Paling tinggal cat tembok dikit.

Seminggu kemudian kami tanda tangan jadi, memberikan uang muka 5 juta dan diberi waktu sebulan mencari KPR. Mulailah kami berburu ke bank-bank..... bangku juga hihi.... menanyakan KPR. Waduhh... saya baru tahu gimana mengurus KPR, bagaimana menghitung bunga dan cicilan, berapa uang muka yang harus disediakan, pajak pembelian, dan biaya notari, serta provisi. Bener-bener pengalaman pertama ini.... Dan ternyata hampir diseluruh bank mensyaratkan beberapa hal berikut yang kami tidak pikirkan sebelumnya :
1. Maksimum lama kredit adalah umur sampai pensiun (kalau PNS dihitung 55 tahun), walaupun untuk dosen bisa sampai 65 tahun tetap dihitung normal sampai 55 tahun. Nah mengingat saya yang lebih muda, maka saya yang mengajukan KPR. Untuk mengambil masa kredit 15 tahun itu pun dah hampir dibatas maksimum mengingat umur saya juga tidak muda lagi hihi....
2. Kredit yang bisa dibiayai bank umumnya 70% dari harga jual beli untuk rumah bekas. Itupun ternyata tidak semudah perhitungan... karena bank menafsir sendiri harganya, bukan harga jual beli kita. Jadi misal harusnya 70% harga beli kita itu sekitar 300jt yang dapat diajukan ke KPR menurut kita, ternyata menurut bank bisa hanya 200jt. Artinya kita harus mempersiapkan tambahan uang muka 100jt lagi selain 30% dari harga beli tadi. Deuhhh... perlu uang cash banyak ternyata ya...
3. Uang cicilan.... nah ini sebelumnya kami tidak mengira ternyata uang cicilan ke bank itu maksimum 30% gaji kita. Waduh padahal kan gaji PNS segitu-segitu aja....Walaupun gaji kami berdua digabungkan, ditambah gaji ITB yang sebenarnya untuk hidup kami lebih dari cukup, tetap aja untuk dijadikan cicilan... masih besar dan tidak memenuhi syarat.

Jadi inget-inget ya .. teman-teman yang mau ngambil KPR 15 tahun kalau anda PNS harus diambil sebelum 40 tahun, kecuali punya modal awal/uang muka sendiri yang cukup besar hihi...

Sebulan putar sana sini... Bingung... dah ngasih uang jadi 5jt, tapi KPR syarat dan perhitungannya tidak seperti yang dibayangkan, serta uang muka yang disiapkan cukup besar. Wah hampir putus asa... biarkan deh uang muka hilang, gak jadi aja beli rumahnya. Tapi karena tahu ada batasan umur untuk KPR... kami mikir-mikir lagi... kalau tidak sekarang ya kapan lagi....

Dalam kebingungan itu... seorang karyawan lab, pak Muchtar, bilang ke saya begini....
"Mbak, inget aja... walaupun kita sepertinya gak mungkin punya itu, tapi kalau menurut Allah itu hak kita... Insya Allah ada jalan kok. Rejeki dariNya tidak akan ada yang bisa memberi dan menolaknya. Percaya aja kalau rumah itu milik mbak Mutiara... ntar ada aja jalan dapat uang muka dan KPR yang sesuai kemampuan".
Iya ya... saya yakin aja apa yang dinasehatkan si bapak itu ke saya adalah benar. Kalau rejeki pasti ada jalan....

Dan akhirnya tanggal 8 April 2009 lalu... kami tanda tangan akte jual beli rumah itu. Saya terharu waktu itu... inget kata-kata pak Muchtar itu. Jadi setelah sebulan puter-puter, akhirnya dapat KPR dari salah satu bank dengan tafsiran yang cukup tinggi, cicilan per bulan masih bisa kami bayar, dan... untuk uang muka dapat tambahan pinjaman dari koperasi pegawai dan dari 'seseorang' yang tidak bisa disebut nama dan jabatannya hahaha.... Makasih ya mas.. Akhirnya .... Alhamdulillah... rumah itu terbeli.

Alhamdulillah kondisinya memang masih bagus, kayu-kayu tidak lapuk, dll...dll... dan sekarang masih dicat temboknya. Pindahan??? Wah belum tahu kapan..... Cerita menyusul lagi mungkin beberapa bulan ke depan hihi....

Jadi punya istana sendiri.... ingatkan kata-kata ini.... Rumahku adalah Istanaku.....

Labels: , ,

Tuesday, April 07, 2009

Belajar

Belajar itu dapat dilakukan siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Tentunya juga tentang apa saja.

Awal tahun 2009 ini yang tadinya tidak punya resolusi apa-apa, tiba-tiba di bulan Februari dipaksa bikin resolusi... bisa setir mobil sendiri. Hihi.. kebayang aja sejak kecil gak pernah pegang setir mobil, bahkan bom-bom car aja jarang banget.... eh menjelang setengah tua gini :D harus belajar lagi dari awal... hihi...

Akhirnya emang mulai belajar. Tahapan belajar sebenarnya 2x tahun 2008 sudah sempat belajar 12 jam ke guru privat. Latihannya enak... satu per satu sang guru menguraikan mulai fungsi sampai disuruh coba sendiri ganti-ganti kopling tanpa jalan. Selanjutnya, tanpa pemberitahuan dulu...eh disuruh jalan. Karuan aja deg-degan. Lancar... wihhh seneng banget. Kayak anak kecil baru bisa jalan.... dah penginnya lari aja. Hahahaha...

Waktu itu niatan beli mobil baru. Alhamdulillah terbeli, walaupun pakai kredit ringan. Eh malah setelah ada mobil baru, kok sayang ya.... jadi aja gak berani setir sendiri. Kebetulan juga ada orang minta tolong dikasih kerjaan. Ya udah... jadilah pakai pak sopir. Hehehe... akibatnya gak berani lagi deh nyetir. Huhh... ternyata kalau udah belajar tidak pernah latihan itu emang bener-bener gak bisa berhasil. Bukan cuma belajar pelajaran, belajar ketrampilan juga gak ada hasilnya kalau tidak pernah dicoba ya.

Hampir setahun pelajaran menyetir 12 jam seperti sia-sia. Memasuki tahun 2009 ini "dipaksa" orang-orang tersayang dirumah untuk punya resolusi... bisa setir sendiri. Hehehe... Awalnya gak yakin. Pelajaran diulang lagi 8 jam. Kali ini ikut kursus menyetir. Wah belajar disini langsung disuruh nyetir mobil. Kalau belum pernah sama sekali dan buta apa itu kopling, gas, dan rem pasti saya panik sekali. Untungnya tahun lalu dah pernah, alhamdulillah langsung lancar. Selesai 8 jam... puter-puter ke Kopo dan Supratman... lancar. Langsung dapat SIM. Tapi saya inget banget ama pak guru dibilang... kalau nyetir di jalan sih dah lancar.. lebih dari 70% lah keberhasilannya, tapi kalau parkir sangat kurang.

Nah... selanjutnya tidak semudah yang dipikirkan. Menyesuaikan diri pakai mobil tempat kursus dan mobil sendiri ternyata susah juga. Test pertama di kampus, puter-puter. Cuma segitu beraninya. Sampai suatu hari tiba-tiba pak supir minta naik gaji atau dia milih gaji yang lebih tinggi. Waduh... kalau gaji lebih tinggi rasa-rasanya gak mungkin lagi dengan gaji dosen. Berpikiran positif....sepertinya nih kehendakNya agar saya berani mewujudkan resolusi 2009 :D
Akhirnya dalam 2 hari dipaksain nyetir sendiri mulai dari rumah, nganter Bilah, ke kampus, dan jemput di sekolah. Tentunya masih dikawal mas Agus. Lancar....

Hari berikutnya, mas Agus balik ke Jakarta. Pas keluar rumah ada mobil tetangga yang baru keluar garasi juga. Berhubung jalan di depan rumah sempit dan sedikit miring... maka panik. Nah... panik ini membawa akibat buruk. Jadi grogi, terburu-buru.... dan brakkkkk..... nabrak bagian kecil tembok rumah orang. Duhhh... kasihan sang mobil :( Pelajaran berharga... jangan panik, jangan buru-buru, jangan grogi karena ada orang lain.

Duh... mobil masuk bengkel setelah hampir setahun bisa dikatakan utuh dan mulus :D Wahh.... masuklah si mobil ke bengkel. Setelah keluar lagi... mulai lagi nyetir... Stress lagi hehehe.... Ternyata awal-awal nyetir kok stress gini. Setelah konsultasi ama mbak Rini.... gini kata mbak Rini... "Jangan kuatir Mut... Stress karena nyetir itu paling 2 hari sampai 1 bulan paling lama.... selanjutnya..... bakalan ngebut deh.." hahaha...

Ya moga -moga sih emang ini stress dengan jangka waktu aja hehehe... Bagaimanapun juga... dengan akhirnya belajar bawa mobil sendiri, menginspirasi beberapa teman dan istri teman yang takut-takut bawa mobilnya sendiri.

Hihi... Jangan takut buat belajar.... :D



Labels: