Wednesday, June 27, 2007

Seperti biasa...

Musim panas di Hamburg hampir selalu dihiasi hujan dan bahkan kadang badai. Demikian juga musim panas kali ini. Kalau bulan-bulan lalu sampai dengan tanggal 21 Juni lalu, yang merupakan hari siang terpanjang / puncak musim panas di belahan bumi utara, terasa sekali panasnya musim panas, maka minggu ini seperti berlalu. Hujan dan angin menghiasi hari-hari dalam minggu ini. Herannya temperatur udara juga langsung drop... dingin, seperti saat musim gugur.

Suasana seperti ini kadang membuat sedih dan gelisah aja. Jadi kurang semangat.. mendung seperti hari-harinya. Hmm... sepertinya harus membuat motor penggerak semangat nih :D

Na ja..., begitulah alam, begitulah hidup ya. Mari kita jalani aja dengan tabah dan tawakkal...
Hihi.. cerita apa sih...?

Alhamdulillah kami baik-baik. Persiapan pulang? Acara packen, ngepak barang, sudah hampir semua barang-barang kecil dan buku-buku selesai dipak. Komputer dan mejanya, serta beberapa barang besar lainnya...( hihi kayak barang apa aja yang besar ya) ini maksudnya seperti meja belajarnya Bilah, mungkin baru nanti setelah sekolah berakhir. Kenapa besar dibawa? Kayak di Indonesia gak ada aja... Jawabannya Bilah... "Itu barang-barang kenangan". Jadi sampai hasil karya dia sejak pertama disini, dipak juga deh... :D Kalau buat saya sih meja belajar dia bagus sih hihi.... soalnya waktu kami kuliah kayaknya perlu banget meja belajar yang bisa dibuka jadi meja arsitektur itu. Jadi buat gambar-gambar teknik, bikin kontur waktu praktikum bisa enak dan hasil bagus. Tapi dulu gak terbeli waktu kami kuliah hehehe... Nah ini belinya juga waktu sale gitu, murah. Jadi semangat bawanya.. maksudnya kalau anaknya gak mau pakai, buat ibu bapaknya deh haha... Ternyata anaknya mau, ya udah ibu bapaknya nebeng kerja disitu deh :D

Alhamdulillah minggu kemarin visa sudah diperpanjang lagi sampai September. Walaupun dapat visa masih lama, tapi targetnya Agustus kami sudah bisa balik bersama ke Indonesia. Mengejar waktu sekolah si Bilah, yang ternyata kalau di Indonesia sudah masuk sejak Juli, sementara di Hamburg baru selesai SD-nya. Ya sudah deh... semoga masih bisa terkejar telat pelajaran 1 bulan. Acara belajar di rumah masih berjalan, walaupun pakai acara tawar-menawar waktunya hehe..., tapi Bilah masih tetap mau belajar semua pelajaran di Indonesia.

Lainnya ... semua kegiatan kami masih berjalan seperti biasa. Walaupun sudah jarang bahkan lama tidak posting makanan, tapi saya tetap masak kok. Peralatan perang di dapur masih ada dikit-dikit sih :D cuma terakhir-terakhir ini sudah malas buat motret-motret hihi...

Foto di atas adalah kegiatan si Bilah bersama kelasnya ke Kebun Binatang "Hagenbeck Tierpark" Hamburg hari Jumat, 22 Juni lalu. Seperti biasa dia minta bawa kamera dan motret sendiri. Hasil jepretan dia bisa dilihat di koleksi kami. Bagus gak hasil jepretan dia?

Begitulah hari-hari ini berjalan seperti biasa hehe... walaupun mulai terasa nih waktu cepat berlalu.... Kira-kira saya hiks...hiks.. hiks.. gak nanti ya waktu meninggalkan Hamburg nanti? Hehehehe... rasanya sekarang sih masih bilang.. ahh gak nangis. Ntah lah nanti bila saatnya tiba hihi...

Mohon doa, semoga rencana kami berjalan lancar

Labels:

Thursday, June 21, 2007

Now or Never

Mark Medlock - "Now Or Never"

Ooooohh yeah yeah yeah
Yeeeahh

Please tell me one more time
that i'm not dreaming
I paint clouds with sunshine
oh thats my feeling

Could it be forever
that tonight i will remember
Together we're stronger than alone

[Refrain:]
Baby, I believe it's now or never,
together we are beautiful, i know
one song before i go,
just a song before i go

I believe it's now or never
oh will i see the sun again,
who knows
it's a long long way to go,
it's a long long way i know

I know my time will come
from the beginning I'm sure
I won't give up
life is for living
oh will I find tomorrow
Baby, can't you see my sorrows
nobody knows the way I feel tonight

[Refrain:]
I believe it's now or never,
together we are beautiful i know
one song before I go,
a song before I go

I believe it's now or never
or will i see the sun again
who knows
it's a long long way to go
it's a long long way I know

I believe it's now or never,
together we are beautiful i know
one song before I go,
a song before I go

I believe it's now or never
or will I see the sun again
who knows
it's a long long way to go,
it's a long long way i know

--- >>><<< ---

Bukan penggemar si Mark ini sih... cuma suka aja lagunya... :D Mark Medlock ini pemenang Deutschland sucht den Superstar (DSDS) ke-4, acara semacam Indonesian Idol-nya Jerman nih. Menurut saya sih kurang bagus ya... *gak cakep soalnya* hihi...

Nah, sampai sekarang tuh paling suka pemenang DSDS pertama Alexander Klaws. Bisa dilihat video dan didengar disini lagunya. Cakep kan? hihi... suaranya juga bagus.

Ini postinganya sekedar iseng aja... :D

Labels:

Monday, June 18, 2007

Ruang dan Meja Kerja

Liebe Ophi,
ini hasil PR-nya ya... hihi... Ini katanya bisa jadi memori juga selama di Hamburg :D

Foto di samping ini meja kerja di Gedung IfM yang lama. Gedung berlantai 5, dimana bagian dasarnya adalah toko ALDI. Maka menu makan siang sehari-hari sudah bisa ditebak roti dan makanan ALDI lainnya. Demikian juga disket-disket untuk menyimpan data itu (yang setumpuk... ) belinya di ALDI juga. Lho.. kok jadi promosi ALDI? hihi...

Ruang kerja berukuran 5x5 m ini berisi 2 buah komputer (1 pakai linux dan 1 windows) dan 2 buah meja tulis biasa, dengan 2 buah telpon, dan satu pohon beringin kecil itu. Sejuk.. enak .. karena saya juga sendirian di ruangan ini, tentu saja bebas .... mau sholat atau pengin diem gak diganggu orang lain yang lewat, tinggal ditutup aja pintunya. Jam kerja saya saat itu mulai dari jam 8 pagi sampai 12 malam hari :D Maklum saat itu masih sendirian di Hamburg...

Nah.. ini ruang kerja yang baru. Di design untuk 4 orang. Ruangannya jauh lebih besar daripada yang di IfM lama di atas itu. Bentuknya segi empat tapi sedikit menceng membentuk kerucut di arah sudut foto itu. Nah di sudut itu saya duduk. Walaupun untuk 4 orang (4 meja dengan 3 komputer), namun hampir bisa dibilang saya duduk sendiri diruang sebesar itu hehe.. Empat meja dikuasai sendiri :P

Sesekali dalam beberapa bulan ada juga tamu yang datang untuk mengisi ruang bersama saya, kadang dari China, Rusia, atau bahkan dari Indonesia juga. Rata-rata tamu itu datang hanya 1-2 minggu atau paling lama 6 bulan. Setelah itu tinggal saya sendiri, sampai datang tamu lagi. Begitu seterusnya sampai saat ini.

Nah dua foto disamping kiri ini membandingkan antara monitor lama yang besar banget itu dengan monitor tipis yang sekarang. Meja jadi tampak kosong ya? Hehehe... artinya selama tahun-tahun lalu meja sebagian besar terisi monitor gendut itu :D (stt... plus tumpukan kertas tentunya.. hihi...)

Foto ini diatas kanan ini aneh gak? Foto ini diambil diruang kerja saat senja mulai datang, lampu menyala. Berhubung ruangan ini dikelilingi jendela berkaca, jadilah pantulan-pantulan cahaya perpaduan isi ruangan dan gedung-gedung di luar ruang. Lucu ya...? :D

Oh ya, gedung IfM yang ini didesign dengan sistem yang ramah lingkungan dan serba otomatis. Walaupun demikian ... *mungkin saking canggihnya* kadang membuat sebel sama keotomatisannya. Kalau sedang silau ama matahari, harusnya otomatis jendela akan tertutup, tirai akan turun secara otomatis. Harusnya... tuh... kadang tirai tetap aja tidak turun walaupun kita operasikan agar turun... Ada apa sih? *jengkel* juga lama-lama.... tahunya.... ada faktor lain yang diperhatikan otomatis ini.. yaitu arah angin. Kalau anginnya tegak lurus ke jendela, maka sang tirai tidak akan turun, walaupun saya paksa turun pakai tombol di dalam ruangan. Huhhh... akhirnya harus menunggu angin berubah arah. Ternyata yang otomatispun kadang menyebalkan hehehe....

Satu lagi... semua jendela berkaca, dengan maksud menyimpan panas lebih lama saat musim dingin, sehingga menghemat energi. Bagus sih...kalau musim dingin, cukup menghangatkan ruang sejam, sudah hangat, tapi... kalau musim panas, masuk ke ruangan ini menjadi hangat... bahkan lebih sejuk di luar dengan angin alam. Kalau jendela di buka, maka angin cukup kencang akan menerbangkan kertas-kertas. Sebelnya lagi... tidak ada penahan agar jendela bisa dibuka dengan tidak terlalu besar.

Na ja... begitulah ternyata rancangan ruang yang ramah lingkungan dan otomatis ini terkadang memang tetap aja ada kekurangannya. Mungkin memang begitu ya ciptaan manusia, pasti ada kurang lebihnya.

Kalau foto yang ini... meja kerja dirumah, biasa berebut ama si Bilah kalau dia mau main game. Ah yang di rumah gak usah diceritakan deh hehehe... Ketahuan berantakannya :P Yang jelas, dengan komputer ini menghasilkan disertasi saya, paper, proposal, proyek, sampai..... permainan onlinenya Bilah hehe..

Begitu ya bu guru... PR dah selesai, gak dilempar ke siapa-siapa deh. So wieso lagi gak bisa ngecek hihi... Sekedar cerita-cerita aja...

Labels: , ,

Tuesday, June 12, 2007

Lange Reihe

Satu lagi cerita tentang satu sudut kota Hamburg.

Lange Reihe ini adalah nama jalan disekitar St. Georg. Kalau dari central station-nya Hamburg dapat ditempuh dengan berjalan kaki ke arah timur laut atau dengan naik bis no 6 hanya sekitar 1-2 halte saja.

Hari Sabtu lalu, sepulang dari TQ, saya berjalan sendiri menyelusuri daerah ini. Kebetulan Bilah ikut Avina dan mbak Dewi ke Konsulat, jadi tidak ada kerewelan dia diajak jalan siang hari panas, saat bersinar cerah :D

Dari arah Lohm├╝hlenstr berjalan menyelusuri Danzigerstr, melalui depan gereja St. Georg. Baru sekali ini melihat dari dekat gereja dengan dua menara ini. Halamannya cukup luas dan sejuk dengan banyaknya pepohonan berjajar. Di depannya tampak berdiri sebuah patung...seorang kakek tua membawa salip (ntah menyimbulkan atau ada ceritanya apa, saya kurang tahu).

Di depan jalan ini langsung bertemu jalan Lange Reihe. Di musim panas seperti ini... suasana jalan ini mengingatkan saya saat berjalan-jalan di Itali, khususnya kota Florence. Suasana dengan jalan sempit, dimana di kanan dan kiri badan jalan penuh dengan kursi-kursi dan meja tempat makan. Pemilik restaurant di sepanjang jalan ini mengeluarkan kursi-kursi ke trotoar di pinggir jalan.

Walaupun menggunakan trotoar, namun tak ada masalah bagi kita pejalan kaki, minimal ada 0,5m bagi kita pejalan kaki. Berbeda dengan di Bandung, dimana warung tenda biasanya memakai trotoar untuk membuka tenda, tanpa memikirkan apa fungsi trotoar itu sebenarnya, yaitu sebagai tempat bagi pejalan kaki. Tempat parkir pun masih berfungsi sebagaimana mestinya.

Sebagian besar restaurant di sepanjang jalan ini menyediakan makanan khas Itali. Namun, tidak sedikit pula makanan maupun toko-toko dari negara-negara lain, seperti supermarkt Thailand, toko pernak-pernik dari Tibet, dari Afganistan, dan lainnya. Sepertinya sebagian besar memang daerah toko-toko orang asing disini.

Kedai kopi BALZAC (kesukaannya Lessy nih :D) juga ada di jalan ini. Kedai kopi ini sepertinya sama dengan Starbucks ala Amrik yang ngetop juga di Indonesia itu. Jika musim panas seperti ini, maka lebih banyak orang nongkrong di luar kedai atau dibawa jalan. Sebaliknya musim dingin pembeli lebih banyak di dalam ruang, menikmati kopi sambil makan kue atau pie. Demikian juga jenis minuman dingin (pakai es) hanya ada di saat musim panas. Jenis minuman dan kebiasaan orang bergantung musim.


---<<>>---

Buat Ophi : PR tentang meja kerjanya menyusul ya... foto-fotonya masih dicari lagi :D

Labels:

Saturday, June 09, 2007

Kegiatan 3 bulan ini

Cerita-cerita sekitar persiapan balik ke tanah air :

1. Rumah mulai berantakan :

Sehari sejak Kuendigung Wohnung Am Zollhafen (memutuskan kontrak rumah), acara bongkar barang sana sini terjadi setiap hari, misahin mana yang mau dibuang, dikasih ke orang atau di bawa pulang. Niatnya sudah mulai mencicil sedikit demi sedikit, biar tidak terlalu terburu-buru nantinya.

Umzugkarton (kotak buat pindahan) dikasih gratis ama yang punya simple kitchen ini. Danke banget ya mbak Nug... Belum lagi.. pakai dianterin malam-malam ke rumah kami. Bener-bener ini dikasih gratis, siap pakai :) Makasih... makasih... banyak.

Jadilah setiap malam atau setiap hari 3-4 karton mulai terisi penuh. Buku-buku terutama... ternyata memang banyak banget. Saya pikir dah gak banyak, ternyata buku koleksi si cantik banyak juga. Beberapa buku pekerjaanya mau dia bawa juga. Eh bukan cuma buku, print out paper-paper koleksi kami juga banyak. Sayang dibuang... ntar susah lagi dapatnya dari Indonesia :D

Begitulah... dalam beberapa hari ini tiap sudut rumah mulai terisi tumpukan karton barang-barang. Sudah ada 7 kotak kecil dan 5 kotak besar sampai tadi malam. Foto-foto ini sebagian aja, ada yang tanya laporan pandangan mata seputar acara balik ke tanah air hihi... Oh ya, barang-barang tidak kami jual... alternatifnya dibawa ke Indonesia, dikasih ke teman-teman yang perlu dan mau, atau di buang. Tadinya kepikiran juga mau jual-jual, seperti cerita beberapa teman yang mau pindahan atau pulang ke tanah air. Namun akhirnya saya batalkan... "Ahh.. barang-barang kita gitu-gitu aja. Gak bagus-bagus banget". . dan yang terpenting... banyak dikasih ama orang hihi... Jadi pamali kan kalau dijual hehehe... Yang pesan kipas angin tenang aja.. gak akan dibawa kok ke Bandung hihi... ;)

2. Belajar

Ya... setiap hari 2 jam ada jam khusus buat mentraining Bilah dengan pelajaran ala Indonesia. Syukurnya si cantik ini mau... walaupun harus pakai kompromi dikit, kalau hari ini gak belajar, besoknya tambah jam belajar.

Memperkenalkan bacaan dari buku bahasa Indonesia, membuat dia tertawa-tawa atau terheran-heran. Contohnya nih.... *maaf dulu yang punya nama sama ya* tapi ini terjadi pada Bilah yang dah 4 tahun sekolah disini. Bacaannya tentang hobi dan kemauan seorang anak bernama Tigor untuk ikut lomba lukis (judulnya???? lupa hehe....).

B : "Tigor tuh apaan sih bu maksudnya?"
I : "Tigor itu nama orang, sayang..."
B : "hihihi..... Tigor.. kirain kayak Tiger (macan dalam bahasa Jerman) hihi...."
I : "hehehe...."
B : "Gultom??" *nadanya makin heran*.
I : "Nama orang juga"
B : "hahahaha.... aneh banget" *sambil masih heran* "Gultom kok nama sih?"
Akhirnya saya berusaha menjelaskan tentang suku bangsa, ambil peta buta Indonesia, sekalian dia menghafalkan pulau-pulau dan beberapa kota di Indonesia. Masih sering kebalik-balik mana yang pulau Sumatra dan mana Sulawesi, sekalipun bentuknya beda. Mungkin karena sama-sama *Su-* ya? hehehehe....

Sebenernya antara memaksa halus sih dia belajar dulu, karena kebiasaan disini anak-anak santai banget dan bebas bermain, sementara di Indonesia kayaknya program wajib belajar menjadi kan anak harus *terpaksa dan dipaksa* belajar :D Bagaimanapun juga saya berusaha membuat dia bisa menikmati hidup dimana saja hehe... Prinsipnya... kalau bisa menikmati hidup dimana saja, hidup menjadi nikmat aja. Hahaha... gak harus diikuti orang lain hihihi...

3. Proposal, Paper, Sekretaris TQ

Di saat yang bersamaan ini saya sedang mengajukan proposal buat kegiatan riset di Indonesia nanti. Hampir tiap malam diskusi ama mas Nandy yang mau saya ajak kerja sama. Diskusi lewat chatting..., jadi sambil ngepak sambil chat, sambil masak jawab chat..., atau sambil ngajarin Bilah sambil ngetik 1-2 kalimat.

Paper ama si Thomas juga belum jadi, banyak banget diubah sana sini. Akhirnya ya sambil di sambi-sambi juga :(

Status sekretaris TQ setiap tahun ajaran mendadak sibuk... nyiapin soal ujian, copy soal, bikin sertifikat, bikin penilaian siswa, ntar bikin raportnya, bikin laporan pertanggungjawaban dan lain-lain....

Ternyata banyak banget yang masuk ke otak.... Panas juga otaknya di musim panas ini hehehe... Jadi harap maklum kalau ternyata banyak juga yang lupa.

4. Capek, Ngomel, dan Iseng

Sehari-hari karena mulai bongkar-bongkar barang, ngepak barang, masih harus begini begitu,... maka sering capeknya nih. Alhamdulillah sehat, semoga sehat terus. Berhubung mas Agus rapian orangnya (hihi... beda ma istrinya), maka setiap malam dia merapikan tumpukan karton-karton yang udah terisi, membereskan sampah untuk dibuang besoknya, maka... kadang tertidur siang hari. Tentu saja .. membereskan barangnya sambil ngomel-ngomel ke anak dan istrinya hehehe.... Maklum sih lagi stress juga dia buat persiapan disputasi (sidang) bulan Juli nanti Insya Allah. Mohon doanya deh...

Lepas dari itu... karena si anak dan bapak ini sama-sama suka becanda yang aneh-aneh, ini isengnya mereka berdua nih.

Foto di kanan ini, bapaknya tidur di siang yang panas ini... anaknya iseng menyelimuti semua badan bapaknya trus dipotret... hehehe... Gitu ya tidur terus tuh si bapaknya... :D


Nah foto yang di kiri ini... hasil kreasi si cantik yang gak tahan lihat kantong-kantong sampah baru. Dengan kreatifnya bikin baju buat si bapak, trus si bapaknya disuruh jadi putzmann (tukang bersih-bersih), didandani suruh bawa sulak tuh (hihi.. ngerti sulak gak ya?) yang putih di dada... sambil bersihin dadanya hehehe.... Ini yang motret si Bilah sendiri dengan pesan ke saya, pasang di blog ya bu.

Hahaha.... berdua ini emang tukang iseng deh, lihat aja sang bapak juga bergaya iseng gitu ngikuti kemauan anaknya.


===

Hehehe.... segitu dulu laporan sibuknya mau balik ke tanah air. Otaknya dah penuh.... Maaf buat teman-teman yang berkunjung, sementara BW-nya jarang-jarang nih... sesempatnya. Tapi Insya Allah silahturahmi tetap dijaga ya....

Labels:

Tuesday, June 05, 2007

Fischmarkt

Cerita soal kota Hamburg... hmm masih banyak yang terlewatkan, walaupun dah 7 tahun tinggal di sini. Sebelum memulai cerita..., foto di samping ini adalah pohon bunga.. pohonnya agak tinggi besar, yang tumbuh liar di depan Mesjid Indonesia di Hamburg. Bagus ya... bunganya kecil-kecil, warnanya agak putih ungu dan berbunga bergerombol membentuk cemara gitu. Itu juga salah satu bunga di musim semi. Cuma saya gak tahu namanya apa.... senang aja motret, mengkoleksi bunga-bunga yang sedang banyak di bulan-bulan kemarin. Foto-foto bunga musim panas ada di sini dan ini bunga-bunga di awal musim panas.

Cerita selanjutnya... tentang salah satu tujuan wisata di Hamburg ini. Belum ke Hamburg kalau belum ke San Pauli... begitu dulu kata mbak Tuti, teman dari ITS. Awalnya saya juga kurang tahu kenapa sih dibilang begitu? Ternyata San Pauli itu, berdekatan dengan Repperbahn ...hehehe.. dan itu adalah tempat prostitusi terkenal di Hamburg. Daerah semacam RedLight di Amsterdam ini memang cukup terkenal, baik di Hamburg sendiri, di negara-negara Eropa, dan mungkin yang di Indonesia juga tahu karena disini juga ada San pauli.

Tentang daerah itu... bisa di search sendiri lah di internet hehehe.. gak minat membahasnya :D Saya punya slogan lain ah tentang ke Hamburg. Belum tinggal di Hamburg kalau belum pernah belanja ke Fischmarkt... hahaha yang merasa di Hamburg dan belum pernah ke Fischmarkt gak boleh protes :P

Fischmarkt atau pasar ikan kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia, semacam pasar pagi yang hanya ada pada hari Minggu pagi, yang resminya mulai jam 4 sampai dengan 9.30. Lokasi pasar ini mengambil tempat di lapangan parkir sebelah barat pelabuhan Hamburg, dapat ditempuh dengan S-Bahn no 3, bis 112, atau U3, dan tentu saja dengan kapal nomor 62 arah Finkenwerde.

Walaupun namanya pasar ikan, namun disitu tidak hanya menjual ikan. Ada sayuran, buah-buahan, hingga ke souvenir, kaos dan pakaian, tas, .... mainan anak, termasuk juga alat-alat kedokteran semacam tang pencabut gigi, gunting dan jarum jahit dokter gigi, atau lainnya (banyak banget, sementara saya bukan dokter jadi gak tahu apa aja itu). Gunting rambut, gunting pohon dan gunting-gunting yang lain :D Belum lagi tanaman-tanaman pun dijual disitu selain juga bahan makanan seperti roti, aneka keju, aneka coklat, aneka mie dan pasta.

Ikan?? Wow tentu saja.... Keberadaan jenis ikan tentunya bergantung juga musimnya. Menjelang musim panas kemarin, ikan salmon cukup banyak, sementara ikan jenis makarel masih jarang. Tentu saja...jika musimnya, maka ikan jenis itu harganya murah, sebaliknya yang belum banyak tapi peminat banyak, harganya pun mahal. Prinsip ekonomi berlaku hehehehe.. (*iseng banget nulis yang ini*). Harga kepala ikan salmon di samping ini kalau gak pakai nawar 1 kepala ikan = 1 euro, kalau beli 5 bonus 2 hehe... kalau pakai nawar kayak caranya mbak Rini, 1 kiste (1 kotak itu) bisa juga 5 euro, tapi dapatnya banyakkk banget, bisa mabok kepala ikan hehehe...

Jenis ikan bermacam-macam mulai dari yang kecil seperti foto di samping ini, mirip ikan kembung. Hmm kalau kata mas Agus mah ini ikan temennya Nemo hehehe.. kalau di film Nemo tuh jenis ikan ini yang menunjukkan Nemo pulang, tapi trus terperangkap jala itu. Lho jadi cerita Nemo??? Ikan ini tidak bersisik dan badannya mengkilap. Seperti ikan kembung juga... jenis ikan ini enak digoreng kering atau dimasak Acar Kuning.


Ikan yang besar disamping ini (bahkan ada yang lebih besar lagi) enaknya di goreng kering, kalau bosan goreng... ya dimasak Ikan bumbu merah. Ini bukan promosi masakan, tapi kira-kira begitulah yang kami masak.

Selain ikan mentah yang harus kita bersihkan sendiri, ada jenis olahan ikan lainnya seperti ikan asap yang tinggal dioven atau masuk microwave sebentar, makan pakai sambel dan nasi hangat sudah menggugah selera :D Ada juga jenis frikadelle atau hmm ... perkedel ikan gitu ya bahasa Indonesianya siap dimakan, ada juga kiosk-kiosk yang menjual menu ikan siap makan ditempat dengan hangat. Nah biasanya kalau ke Fischmarkt ama mas Agus dan Bilah, mereka sih nongkrong makan ikan, sementara ibunya keliling belanja hehehe.. Mereka males aja berdesak-desakan di antara banyak orang :D

Apa sih yang menarik dari Fischmarkt ini? Pasar ini tuh menawarkan barang jualannya dalam porsi yang banyak dan murah. Contohnya kepala ikan tadi yang saya tulis di atas, atau... 1 buah timun kalau di swalayan harganya sekitar 40-50cent nah kalau di pasar ikan ini... 1 euro bisa dapat 1 kotak yang isinya bisa sampai 20 buah timun. Kebayang kan?? Tentu saja ini bagus buat orang yang anggota keluarganya banyakkk sehingga biaya makan jadi murah :D atau orang yang punya 'warung' hehehe.. disini mah gak ada warung :P Memang tidak efisien buat yang anggota keluarganya sedikit. Cara belanjanya pun mereka sekeluarga, ada 1 orang yang berjaga disatu tempat, sementara anggota keluarga lainnya belanja, dikumpulkan dulu di satu tempat itu, kemudian dibawa pulang bersama-sama. Efisien untuk menghindari penuhnya pasar dan bawa barang banyak. Hmmm bisa juga joint-an ama teman. Bukan hanya teman, kadang sesama pembeli yang tidak mau banyak pun, kita bisa beli bareng-bareng trus dibagi bersama.


Lessy yang motret saya di samping ini. Bawaannya banyak, berat... beli ikan ama Lessy nih bulan April lalu.

Yang menarik lagi... setelah pukul 9.30 yang ditandai bunyi lonceng, maka si penjual harus menutup dagangan dan membersihkan semua barang dan peralatan yang akan dibawa pulang lagi. Jika ditinggal, maka pukul 10-an dinas kebersihan Hamburg akan membersihkan tempat ini dan mengembalikan fungsinya sebagai tempat parkir lagi. Pada saat lonceng berbunyi inilah biasanya transaksi harga menjadi murah sekali. Bahkan bonus-bonus diberikan ke kita pembeli. Kalau awalnya 1 kotak timun harganya 1 euro, bisa jadi 1 euro dapat 2 kotak. Hehehe.. bisa makin mabok deh bawanya juga :D Atau... buah-buahan yang tidak laku dan si penjual tidak mau membawa kembali, maka dibiarkan diambil gratis oleh orang-orang yang ada dan mau mengambil. Tinggal kita pilih-pilih mana yang masih bagus buat dimakan.

Adanya aksi gratis ini.. yang saya lihat orang-orang gelandangan masih tetap sehat makan buah dan sayur yang dibuang gratis di akhir jam penjualan hehe... Masih ingat kata mbak Rini... "Orang miskin, gelandangan di Hamburg aja masih bisa sehat makan buah, masih bisa makan apel dan anggur" hehe... Namun demikian, pengunjung pasar ini sebagian juga turis-turis Eropa lho, mereka sengaja mampir ke Hamburg pagi hari untuk melihat Fischmarkt ini.

Pokoknya heboh seru deh kalau ke Fischmarkt pagi hari. Oh ya... pasar ini buka setiap hari Minggu pagi selama setahun, baik hari Minggu itu bertepatan dengan hari Natal atau tahun baru sekalipun pasar ini tetap buka.

Labels:

Monday, June 04, 2007

Masjid di Hamburg


Kehidupan beragama di Jerman bisa dibilang adalah hal privat bagi setiap orang. Sebagian besar orang Jerman menghormati setiap orang, baik yang memilih salah satu agama ataupun tak beragama sekalipun :D Selama 7 tahun di Hamburg ini, alhamdulillah tak ada satu hambatan pun bagi saya dalam melakukan kegiatan beragama, termasuk pemakaian jilbab, saat berpuasa, meliburkan diri saat ada acara sholat Ied, dan sebagainya.., baik di Institut maupun di asrama mahasiswa dulu, maupun di sekitar Wohnung tempat tinggal kami sekarang.

Kalau cerita kilas balik... tahun 2000 saat pertama kali saya ke Institut, banyak mata memandang... hehe bukan karena saya menarik, tapi tatapan heran dan penuh tanya itu jelas terlihat. Beberapa orang bertanya kenapa berpuasa, bagaimana berpuasa di musim panas, atau pertanyaan-pertanyaan sederhana... "Apa gak panas tuh pakai jilbab musim panas?" atau "Apa perempuan muslim boleh kuliah sampai tingkat tinggi? Sepertinya di Arab tidak ada lho peneliti wanita. Mereka kan tidak boleh keluar rumah toh?" hehehe.... Lepas dari semua pertanyaan dan keheranan mereka, yang saya salut adalah keterbukaan mereka menerima itu sepenuhnya hak pribadi saya.

Si professor yang baik hati, memberi saya ruangan sebesar 4x5m (dua kali luas kamar saya di asrama saat itu hihi...) dengan alasan... "Kamu perlu ruang kerja sendiri sehingga waktu sholatmu tak terganggu". Lho... saat pertama mendengar pernyataan itu saya yang terheran-heran dan kagum juga. Padahal saya sholat bisa cuma di belakang meja sendiri juga. Begitu pula saat survei ikut kapal ke Atlantik Utara 2001, sengaja saya dikasih kamar sendiri di kapal surveinya. Keren kan...? hehe... Atau saat sebelum Lebaran saya sudah minta ijin terlebih dahulu untuk libur.

Namun, bagi orang muslim yang tinggal di negara-negara non-muslim seperti Jerman ini kangen akan masjid itu benar-benar terasa. Jangan berharap saat subuh mendengar adzan dari masjid. Jangan berharap mendengar takbir malam menjelang lebaran. Saya ingat tahun 2001 saat malam lebaran saya masih kerja di Institut, mbak Rini menelpon saya dari konsulat RI yang saat itu mengadakan takbiran, menelpon bukan untuk ngomong sesuatu, tapi membiarkan saya mendengar suara takbir yang berlangsung. Terharu saat itu.... Sekarang-sekarang kami punya gema takbir yang bisa dipasang online semalaman di komputer.

Kembali ke masjid... kesulitan utama adalah ijin membangun suatu bangunan membentuk masjid. Sampai saat ini masjid-masjid yang ada di Hamburg ini masih berupa ruangan besar yang ijinnya adalah berfungsi sebagai masjid. Foto di atas adalah satu-satunya masjid di Hamburg saat ini yang bangunannya 'mirip' masjid. Tanda kutip berarti masih mirip ya... belum seperti masjid-masjid di Indonesia atau di negara-negara muslim lainnya.

Berbicara fungsi masjid..., saat ini sekolah tak resmi "TQ Anak Sholeh Hamburg" mengadakan kegiatannya setiap hari Sabtu jam 9-11 siang di Masjid Indonesia. Walaupun demikian bukan berbentuk masjid, namun ruangan luas dan beberapa kamar yang difungsikan sebagai ruang kelas. Jumlah santri-nya... boleh dibilang berkembang pesat mulai dari 6 orang saat didirikan tahun 1998 menjadi 60 orang tahun ini. Ke-60 santri ini dibagi dalam 6 kelompok; yaitu Remaja putra-putri, TPA putra-putri, dan TKA putra-putri, berdasarkan umurnya masing-masing lebih dari 12 tahun, 8-12 tahun, dan 4-8 tahun.

Kalau ada yang berkesempatan ke Hamburg, coba datang ke Masjid Indonesia hari Sabtu sekitar jam 11.30 dimana semua anak-anak sudah datang, kegiatan belajar mengajar mulai berlangsung... subhanallah... indahnya anak-anak kecil menyebutkan rukun iman bersama-sama, mendengarkan anak-anak santri TPA menghafalkan surat-surat pendek Al Quran, atau mendengarkan yang remaja tadarusan Al-Quran. Saat-saat itu adalah paling menyentuh bagi saya .. membayangkan pentingnya sebuah masjid.

Salut juga buat anak-anak itu yang selalu datang.. walaupun awalnya semangatnya dengan tujuan bertemu teman-teman Indonesianya, tapi mereka semangat juga belajar membaca Al Quran dan belajar tentang Islam. Salut buat para pengajarnya yang tidak dibayar, semangatnya meluangkan waktu demi iman anak-anak semua. Semoga Allah membalas semuanya.

Labels: