Saturday, May 18, 2013

Liege - Belgia

Sudah  seminggu ini saya di Belgia. Seperti biasa... diusahakan ngeblog dari kota yang dikunjungi hehe.. Keberangkatan ke Belgia ini pun sedikit gimana.... gitu. Pertama karena pemberitahuan dari panitia mendapat travel grant baru diterima pertengahan bulan Maret lalu. Tidak mendadak sih...dari mereka, namun saat akan menggunakan paspor biru... seperti biasa ribet di Indonesia.  Memakan waktu hampir 3 minggu sampai mulai dari Fakultas sampai keluar dari Setneg. Untung saja dengan paspor biru ini tidak perlu pakai visa katanya... Iya katanya... Antara percaya gak percaya, akhirnya saya telpon kedutaan besar Belgia di Jakarta. "Iya bu... tanpa visa kalau pakai paspor biru". Akhirnya berani booking tiket. Dapat tiket Jakarta - Abu Dhabi - Brussel. Ok.. siap berangkat. Eh hati dag-dig-dug. Baru kali ini pergi ke Eropa tanpa visa. Walaupun ada 2 x visa Schengen saya di paspor biru (saat ke Jerman 2010 dan 2011 lalu). Namun tetap saja antara percaya dan tidak kalau ke Eropa gak perlu pakai visa.

Dengan dag-dig-dug... check in di Jakarta sudah ditanya ama petugas Etihad... "visa nya mana bu?". Saya jawab kata kedutaan bisa tanpa visa kalau paspor biru. Si mbak sempat minta surat setneg saya hihi... iya ada mbak. Di bagian imigrasi juga lancar... Lolos... terbang deh. 

Sampai di Abu Dhabi ada seorang bapak menyapa saya... , saya lihat dia bawa paspor biru juga. Hehehe... melanjutkan dag-dig-dug tanpa visa tadi, saya tanya ke beliau. "Pak, betul ya kalau pakai paspor biru tanpa visa?". "Iya betul... kata beliau, tapi.. baiknya ibu bawa surat pernyataan itu". Yaaa... saya gak tahu dimana dapatnya. Ternyata si bapak dari Kemenlu, katanya di website Kemenlu ada. "Biasanya kalau gak bawa, suka susah lho bu. Lama prosesnya", tambah si bapak. Lhaa.. beliau dari Kemenlu bukannya bantuin, malah nakut-nakuti.

Sudahlah... Bismillah... kata suami, yang penting jelaskan saja. Toh gak mau ngapa2in. Iya.. bismillah niatnya pergi juga mau belajar lagi. Alhamdulillah... lewat penjagaan visa di Abu Dhabi lolos dengan mudah.... Lancar.... Terbanglah ke Brussel.

Sampai di Brussel... eh dag-dig-dug lagi. Si bapak dari kemenlu sudah berdiri di depan saya, mengantri di imigrasi. Sesekali dia melirik lagi ke saya. Hmmm ... sepertinya dia pengin tahu saya lolos apa nggak di pihak imigrasi. Bismillah.... saya tunjukan undangan dari pihak pengundang, saya ditanya.. "Researcher?", iya.... lolos... Alhamdulillah... masuk ke Belgia tanpa visa.

Masih ada perjalanan lagi... Dari Brussel ke Liege memakan waktu 1jam 10 menit naik kereta. Asyik.. sudah lama tidak menikmati naik kereta. Sudah lama juga pengin ke Eropa lagi... hehe..padahal pas setahun lalu juga ke Jerman. Sampai di Liege..., dengan mudah mendapatkan hotel yang sudah saya pesan dari Indonesia. Hotelnya murah, tapi berada di jalan-jalan sepi seperti foto di samping ini. Sebenernya ya gak murah, ini karena saya pilih kamar yang kecil dan jendelanya menghadap ke tembok bangunan rumah tetangga. Hihihi... Biarin lah.. cuma seminggu ini. Lagian nanti juga tiap hari gak ada di kamar. Orang-orang di hotel ini ramah-ramah, sayangnya... mereka cuma bisa Bahasa Perancis. Gubrakkkk... akhirnya kami kayak bahasa tarzan aja ngomongnya, sambil tunjuk-tunjuk hihi... Ah.. tapi pada dasarnya mereka ramah, jadi mereka juga tidak bosan melayani saya. Jadi saya bersyukur menginap disini. Sepertinya memang mereka dari satu keluarga, kadang anaknya yang jaga... cantik-cantik dengan wajah Perancis, kadang cowok cakep hihi... dan kalau pagi hari, yang melayani makan pagi adalah sang bapak :D


Hari Senin pagi mulai acara workshop-nya. Mulai dari jam 8.00 pagi hingga jam 18.00 kegiatan di kantor rektor Universitas Liege. Kampusnya sendiri tidak berada pada lokasi yang sama. Namun karena ini acara internasional, jadi mereka pakai di aula rektoratnya. Hari Jumat tanggal 17 Mei, saat blog ini saya tulis, acara selesai. Banyak hal yang saya pelajari disini. Hitung-hitung untuk update ilmu. Selama 5 hari workshop, tidak pernah sekalipun saya absen....hihihi.. ternyata memang masih semangat untuk sekolah lagi. Namun akibatnya... semua titipan Bilah tidak terbeli. Toko-toko di Liege ini tutupnya jam 18 atau 18.30 di daerah pusat kotanya. Kadang saat istirahat siang, saya tidak sempat makan demi mencari-cari titipan si sayang ini. Untung dah pengalaman juga di Hamburg, sambil makan roti, sambil makan apel (apel ngambil di meja hotel...hihihi) cukuplah makan siangnya. Kadang pulang workshop lapar berat..., dan sampai akhir acara workshop ini cuma ketemu restaurant halal yaitu... Kebab. Hari pertama....huraaaa makan kebab lagi. Semangat makan durum. Hari kedua... makan kebab pita. Hari ketiga... makan roti. Hari keempat.... ya... kentang deh pakai kipcorn (ayam nugget pakai jagung gitu). Hari kelima... makan Doenner Tuete... (kentang dalam kotak pakai kebabnya). Langsung deh... bosaaaannnnn... pengin nasi.... Hahaha.. beda dengan di Hamburg, restaurant kebab Turkie disini tidak menjual nasi. Waduhh padahal udah kangen nasi nih. Yaa... sabar deh... biarin lah besok makan durum ... doenner .... lagi, yang penting halal dan... cowok-cowoknya yang jualan cakep-cakep... hihihi...Besok sehari lagi di Liege. Tadinya mau jalan ke Luxemburg...tapi setelah dipikir-pikir lagi... gak jadi deh. Ngirit aja hihi.. Perjalanan kali ini cuma didanai tiketnya saja, tanpa uang saku. Jadi ya memang harus ngirit..Alhamdulillah bisa ke Liege... ke Eropa lagi tahun 2013 ini. Insya Allah tahun depan pengin lagi ke sini... ntah ke Jerman, ntah ke Liege lagi..., ntah ke negara lain.
Liege, 17 Mei 2013
Diposting dari Hotel Les Acteurs

Labels: ,