Tuesday, September 15, 2009

Mudik....

Waktu berjalan terus... umur bertambah hehe... dan tak terasa inilah saatnya mudikkkk...

Menikmati suasana mudik? Wah dulu sih nggak... tapi sejak di Jerman tahun 2000 lalu.... ada kejadian-kejadian yang selalu mengingatkan saya tentang pentingnya kesempatan silaturahmi di hari raya. Mulai cerita dari teman perjalanan yang gak dikenal saat malam natal tahun 2001 lalu..., kejadian meninggalnya ibu di malam takbiran 2002, dan banyak lagi di bulan Ramadhan. Sejak itu.. setiap ada kesempatan mudik di hari Idul Fitri... selalu dimanfaatkan untuk silahturahmi ke orang tua dan keluarga.

Bilah yang sudah tambah besar, tampaknya makin menikmati acara di kampung halaman ayahnya. Rencana menikmati mendoan... sampai mengejar ayam di halaman tetangga eyangnya sudah dia persiapkan hehehe... Antusias deh menikmati mudik.

Ok...Manfaatkan kesempatan selagi mungkin dan ada. Tiba saatnya tutup komputer, istirahat, menikmati liburan dan... silaturahmi ama keluarga.


Selamat Idul Fitri 1430 H
Mohon maaf lahir batin


Labels: ,

Wednesday, October 01, 2008

Selamat Idul Fitri 1429 H


Lebaran... Ini lebaran kedua kami di Indonesia. Kalau tahun lalu kami berlebaran di Purwokerto, mudik sebelum lebaran, maka tahun ini kami lebaranan di Bandung dulu.

Banyak kemajuan buat si cantik... alhamdulillah puasa lancar selama sebulan, walaupun sholat tarawihnya belum begitu. Mungkin karena saat di Hamburg dulu, tarawih hanya dilakukan tiap akhir pekan... :D Yang pasti sholat Ied tadi pagi, walaupun agak-agak sedikit ngambek.. kok lama sih... alhamdulillah juga diikutinya sampai akhir. Nilai di sekolah juga sudah hampir mencapai prestasi dia sebenarnya.

Seperti saat di Hamburg..., tentunya masak ketupat sendiri. Dah makin ahli bikin ketupat hihi... tentunya ketupat dengan bungkus janur (hehehe.. kalau di Hamburg soalnya pakai ketupat plastik :D), masak opor dan masak sambel goreng ati. Oh ya... kue kering juga lumayan ...ada kastengels, putri salju, kornflakes dan cheesestick yang sudah habis duluan sebelum lebaran. Walaupun gak sebanyak makanan seperti saat ibu masih ada, namun... yang utama tetap ada.

Insya Allah besok pagi kami baru mau mudik ke Purwokerto, tak lupa sebelum pergi, kami sekeluarga mengucapkan :

Selamat Idul Fitri 1429 H
Mohon Maaf Lahir & Batin

Labels: , , ,

Sunday, November 18, 2007

Cerita Mudik (2)

Wah... ternyata mengatur waktu buat nulis lagi tuh susah banget. Acara padat, sedang mempersiapkan acara ini...hihi.. jadi nulis Cerita Mudik (2) ini juga sempat macet lama. Hihi... gak tanggung-tanggung sampai sebulan lebih macetnya. Jadi rada-rada kehilangan mood buat nulis nih. Tapi ya.... ngeblog kan juga sekalian acara istirahat, menuangkan isi hati dan juga silaturahmi ...khususnya (Tante Ophi ... apa kabar?) yang nunggu cerita berikutnya.... hehehe... jadi ya dilanjut deh ceritanya.

Foto-foto selama mudik ada di koleksi ini.

Yang jelas selama mudik bulan lalu itu, Bilah belajar melihat alam. Jalan ke kebon pisang, lihat ulat daun pisang yang menggulung. Si bapak sengaja mengambilnya, trus dibuka. Lucu, bulet, gendut, putih uletnya. Eh saya juga baru tahu kalau ulat di daun pisang itu warnanya putih :D Jalan ke kebon paria dan tembakau. Saya jadi ingat masa kecil... suka ikut memilah daun tembakau di gudang milik bapak di Jawa Timur sana. Jalan ke tepi sungai Serayu... melewati kebun-kebun tembakau dan pisang, melihat orang-orang mencari ikan, menangkap belalang, hingga ke bendungan gerak Serayu... membuat Bilah betah di kampung.

Oh ya, Bilah sempat juga kekeuh.. minta nongkrong dipinggir bendungan minum dawet ayu khas Banjarnegara. Hihi.. saya takut-takut aja sakit perut, eh alhamdulillah gak sampai sakit perut. Yang khas... penjual dawet ayu ini memakai karakter Semar di atas ember tempat dawetnya. Makanan lainnya yang disukainya selama mudik tentu saja mendoan. Mendoan yang dibuat neneknya (ibunya mas Agus) disajikan setiap pagi selepas lebaran. Bilah bisa habis 3-4 potong sekali makan. Padahal sehari-hari dia kurang suka tempe, ternyata dia suka mendoan khas neneknya. Es Tong-tong.... ini sempat dicobanya saat kami nyekar ke makam keluarga di dekat rumah. Seribu rupiah semangkok kecil itu.

Pengalaman lainnya..... kami sempat menonton pertunjukan Kuda Lumping di rumah tantenya mas Agus yang mengadakan syukuran rumah barunya. Pertama kali melihat langsung dari dekat pertunjukkan seperti kuda lumping itu, bikin ngeri juga hehe... apalagi kalau udah melihat yang kesurupan gitu...hiiii...

Tahun 2005 lalu, saat saya cuma ber2 dengan Bilah ke kampung, kami sempat ke pasar tradisional dan Bilah langsung mabok, muntah-muntah karena pasarnya bau hihi..... Kami berdua suka meledek... masak sih naik permainan yang muter-muter kuat kok bau pasar aja jadi mabok hehehe... Mungkin merasa tertantang, tahun ini Bilah maksa minta ke pasar itu lagi, ikut belanja ikan mentah, bumbu-bumbu, sampai beli pete buat lebaran... "Nah kan sekarang kuat, gak muntah lagi", katanya.. hahaha.. ternyata dia cuma ingin membuktikan dia juga gak apa-apa masuk pasar tradisional :D

Labels:

Friday, October 19, 2007

Cerita Mudik (1)

Tanggal 8 Oktober 2007 sehabis sholat subuh kami sekeluarga berniat mudik ke Purwokerto, ke desa Kebasen tepatnya. Karena kami berangkat pagi hari, saat matahari baru terbit seperti foto disamping ini, maka suasana jalan dari Bandung ke arah timur masih sangat lenggang. Terlebih lagi tanggal 8 belum termasuk cuti bersama, jadi belum banyak orang pulkam. Kebetulan di kampus hari itu adalah hari pertama libur bagi mahasiswa dan mas Agus bisa cuti lebih awal, jadi kami bisa pergi saat belum banyak orang mudik.

Sepanjang perjalanan kami mendapat obyek-obyek foto yang menarik, yang pasti... tidak terlihat selama kami di Jerman. Foto di samping kanan ini salah satunya... bersepeda motor berempat dengan 2 anak kecil. Selama perjalanan mudik ini kami menemui beberapa keluarga yang mudik naik motor dengan 2 bahkan ada yang dengan membawa 3 anak kecil, satu anak di depan, satu anak diapit ibu bapaknya, dan satu bayi ada digendongan ibunya. Melihatnya miris .. ngeri juga mengingat sepanjang jalan penuh kendaraan bermotor, mobil, truk dan bis. Namun mungkin itu alternatif mudik termurah yang bisa mereka lakukan ya. Sayangnya keselamatan anak lebih tidak terperhatikan oleh ortunya, contoh sederhananya... para ortu berhelm, sementara anak-anak mereka dibiarkan begitu saja terkena angin, mungkin karena posisi anak kalau pakai helm akan mengganggu pandangan sang bapak yang mengendarai motor.

Pasar
Masih di kota Bandung, pasar yang berada di jalan raya bisa membludak sampai mengambil setengah badan jalan. Seperti foto disamping ini adalah suasana pasar di Bandung timur, di Cileunyi (kalau gak salah hihi...). Foto ini diambil dari dalam mobil, karena mobil berjalan pelan, berhenti, jalan pelan, berhenti dan pasar ini sudah mengambil setengah badan jalan mobil. Jadi cukup dekat kan... Baru sadar ternyata belum tentu macet karena banyak kendaraan bermotor, tapi faktor lingkungan seperti pasar yang menjorok ke jalan raya juga mengakibatkan kemacetan di beberapa tempat. Belum lagi pembeli yang berjubel di sepanjang jalan, terlebih mendekati hari Lebaran.

Foto di samping kiri ini saat perjalanan memasuki perbatasan kota Purwokerto dari arah Wangon. Sepanjang jalan berderet pedagang penjual Dawet Ayu, minuman khas Banjarnegara. Dengan kain penutup warna-warni... kuning, hijau, biru, atau ungu.... membuat sepanjang jalan ini penuh warna ceria. Belum lagi penjual layang-layang burung yang berwarna-warni, membuat pemandangan menjadi sejuk dan ceria.

Mudik pertama di Indonesia, setelah sekian lama gak mudik, seperti pengalaman baru lagi buat kami. Buat si cantik tentunya mudik pertama kali setelah dia mulai sekolah. Banyak pengalaman baru? Tentu saja.... banyak yang dia ingin coba pada liburan kali ini. Syukurnya dia menikmati sekali perjalanan mudik ke kampung halaman bapaknya :D Cerita mudik berikutnya berisi kegiatan si cantik selama di desa Kebasen.... mulai dari jalan-jalan ke Purwokerto, ketemu dik Fian sepupunya, bermain ke Sungai Serayu, hingga mencari ulet daun pisang dan menangkap belalang...

=== bersambung ===

Labels: