Tuesday, February 06, 2007

Terbang bersama Emirates (2)

Kekurangan yang paling saya rasakan dengan terbang bersama Emirates dari Hamburg adalah mengenai jam terbangnya. Dari Hamburg cukup enak, terbang jam 14.45. Tidak terlalu pagi dan tidak terlalu malam. Namun... dengan 6-7 jam penerbangan ditambah beda waktu lokal Hamburg-Dubai 3jam, maka kita akan mendarat di Dubai tepat pukul 12 tengah malam. Teng...

Tadinya kuatir juga, namun setelah mendapat informasi Bandara Dubai adalah bandara International yang tak pernah tidur, akhirnya tenang juga. Dan ternyata.... Beginilah tetap ramainya Dubai. Tetap banyak orang. Seperti halnya stasiun Gambir saat mudik lebaran tuh, kemarin juga saya melihat orang-orang atau keluarga-keluarga orang Arab, orang Afrika, semuanya aja dengan tenangnya tidur bergelimpangan di karpet bandara. Hmm... enak kali ya, apalagi jam kantuk begini. Tapi karena saya sendirian terbangnya jadi ya... gak mungkin lah seperti itu.

Oh ya... tengah malam di bandara Dubai tetap banyak toko-toko buka, dan... tetap banyak yang shopping........ shopping... shopping.. hehehehe... Jadi kalau ada yang suka shopping... disinilah tempatnya. Dijamin deh murahnya... Harga coklat Swiss yang dijual di Jerman ternyata masih lebih mahal dibandingkan di Dubai ini. Juga beberapa produk Eropa lainnya. Toko Emas... wow sampai tengah malam pun tidak pernah sepi. Cuma agak takut mau memotret kios toko emas hehehe.. jadi gak ada fotonya disini. Tapi yang pasti... ramaiiiii....

Kembali ke jam terbang tadi... sesampai di bandara Dubai jam 12 malam, saya masih harus menunggu 3 jam sampai jam 3.15 baru terbang lagi ke Jakarta. Dari jam terbang yang tidak terlalu lama, 6-7 jam, memang ada sisi positifnya yaitu kaki dan badan tidak terlalu capai. Namun jam tunggu yang 3 jam dan tengah malam, menyebabkan tidak bisa tidur. Akibatnya jam tidur terganggu dan... bisa ditebak sesampai di Jakarta cukup melelahkan perjalanan kali ini. Hari kedua di Indonesia baru deh terasa kantuk hebat. Memang sejak datang langsung lembur pekerjaan sampai jam 12-an malam, bahkan hari ketiga sempat tidak tidur di kampus. Alhamdulillah yang di atas memberi kesehatan yang prima ke saya selama perjalanan kemarin.

Cerita lain selama penerbangan dari Dubai ke Jakarta adalah suka dukanya para TKI yang bekerja di sekitar Arabia. Di penerbangan ini saya bisa mendengarkan cerita itu secara langsung. Walaupun tidak terlalu yakin apakah duka mereka karena kekurangan-kekurangan tuan mereka atau karena mereka sendiri yang tidak benar kerjanya. Tidak ingin membela salah satu, namun sepertinya para TKI itu juga bercerita mereka bekerja seenaknya sendiri, kadang ditinggal tidur siang... (hihi.. kok bisa-bisanya ya tidur siang :D) atau jalan-jalan ke mana tanpa tuannya tahu. Lho? Namun ada juga yang bercerita suka nya... baiknya sang tuan, dsb....

Sekembalinya dari Jakarta ke Dubai, kembali saya terbang bersama serombongan TKI. Yang bikin kasihan tuh, ternyata di bandara Jakarta pun petugas bandara membedakan perlakuannya untuk mereka. Termasuk soal keramahannya. Padahal mereka juga manusia biasa, sama seperti saya atau penumpang lainnya. Sama-sama capeknya sebelum, selama dan sesudah penerbangan.

Begitulah mungkin jalan hidup manusia... Semoga Allah selalu memberikan kekuatan lahir batin bagi mereka, saya dan kita semua. Amin.

Cerita pekerjaan... hmm rasanya gak perlu diceritakan hehehe.. Alhamdulillah selesai juga satu proyek. Insya Allah hasilnya yang terbaik. Amin.

10 Comments:

At 11:23 PM, Blogger liza said...

alo mba putri, hihi iya yah mba liat para TKW, satu sisi ga tega, satu sisi lain jadi bikin heran hihi... kita juga suka tuh mba emirates, service, kondisi & harga oke smua ;) kemaren pulkam kita pake etihad airways, base nya di abu dhabi, sama2 punya UAE, sama bagusnya, aku malah sempet nonton film indonesia hihihi... mungkin lebih nya etihad klo dari bandara abu dhabi terbang langsung ke jkt, cuma bandara nya kecil banget, klo transit lama lumayan nge be-te-in :D

 
At 1:06 AM, Blogger Ophi Nurwicaksono said...

Waduhhh denger cerita nya seru juga nihhh terutama sih baca makanannya yang pasti halal..wawwwwwwww slurppp....

jadi kapan ke dusinya? hueheheh...

 
At 5:01 PM, Anonymous Anonymous said...

wah...ceritanya seru...
btw itu komen dari tz198289 kayaknya spam deh..di buang aja mabk

 
At 5:32 PM, Anonymous Anonymous said...

sedihnya diriku...kapan aku bisa jalan2 ke luar negeri yah...hikz..hikz..cuma bisa denger ceritanya...

 
At 4:21 AM, Blogger Ummi Riza said...

Senang udah balik ke rumah lagi ya Mba...

Semua sehat kan Mba?

 
At 7:07 PM, Blogger Tanti said...

Putri ... wahhhhh jalan2 terus ... kapan dong ngajak2 ? Dubai memang ramai dan pusat belanja yah ? Pengen bisa ke sana ...

Masih nggak habis pikir dengan petugas bandara, membeda2kan orang seenak mereka ... mereka pikir siapa pula mereka yah ... sama2 manusia kok diperlakukan berbeda, bisa bayangin perasaan mbak2 yang sudah merasa rendah karena tingkatan pekerjaan mereka ditambah dengan perlakuan yang mereka terima *loh kok malah ngomongin orang lain ?* ... apa kabar Bu ? Sudah nggak capai lagi kan ? ;)

 
At 12:30 AM, Blogger Greiche Gege said...

MBak..
berasa adventury banget yah jalan sendirian kek gitu...
Huhuhu...

Sama deh kalo masalah TKI mah..
Suka sebel sama petugas2 bandara, gak di Indo gak di Malay.. samaa semuwa..

 
At 10:51 PM, Blogger si inot said...

wah, makanannya bikin kangeeeen... hiks hiks..

ga habis pikir ya, orang2 indo masih suka bedain org. tki aja dibentak2 dan dipungliin pas di juanda loh. aku cuma doa, spy tuhan balas semua perbuatan orang yg zalim. sesama bangsa sendiri kok predator, sesama muslim kok homo humini lupus. astagfirullaah..

 
At 2:42 PM, Blogger Unknown said...

www0626

ugg outlet
basketball jerseys
chloe outlet
guess factory
longchamp handbags
longchamp handbags
air jordan 4
futbol baratas
canada goose jackets
bally shoes





 
At 8:22 AM, Blogger zzyytt said...

michael kors handbags
adidas tubular shadow
red bottom heels
nike air max
coach outlet sale
chrome hearts online
longchamp handbags
kobe shoes
lebron shoes
calvin klein outlet

 

Post a Comment

<< Home